Batulayang Madani Fest III : Ngaguar Tapak Karuhun, Mapag Pajajaran Anyar

CISARUA, PENAPUBLIK.COM - Batulayang Madani Fest tahun 2026 ini merupakan pelaksanaan yang ketiga. Antusiasme warga masyarakat Desa Batulayang, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor terlihat sangat tinggi. Tidak hanya hadir, masyarakat juga turut berpartisipasi dalam berbagai rangkaian kegiatan yang digelar sejak 13 Agustus lalu.
Menurut H. Iwan Setiawan, S.E, Kepala Desa Batulayang mengatakan bahwa motivasi utama Pemerintah Desa dalam menyelenggarakan Batulayang Madani Fest dengan tema “Ngaguar Tapak Karuhun, Mapag Pajajaran Anyar” adalah mengajak masyarakat untuk lebih mengenal dan menggali sejarah, baik sejarah Bangsa maupun sejarah Desa Batulayang itu sendiri.
Momentum peringatan HUT RI ke-81 menjadi kesempatan untuk mengingat kembali jasa para pahlawan dan para pendiri Bangsa, termasuk para tokoh serta pahlawan yang berjasa dalam membangun Desa Batulayang.
"Festival ini menjadi salah satu rangkaian kegiatan dalam memeriahkan HUT RI ke 81, sekaligus menjadi puncak dari berbagai kegiatan yang telah dimulai sejak 13 Agustus.
Berbagai perlombaan digelar dalam rangkaian festival tersebut, mulai dari lomba gapura tingkat RW, penataan lingkungan, kebersihan tingkat RW, RT/RW favorit di media sosial, hingga penilaian gapura favorit melalui media sosial," tutur Iwan Setiawan saat ditemui dilokasi acara pada Rabu (26/8/2026).
Menariknya, Pemerintah Desa Batulayang mengkolaborasikan penilaian secara langsung dengan penilaian melalui Instagram Pemerintah Desa Batulayang.
"Masyarakat diberikan kesempatan untuk memberikan voting kepada peserta atau jagoan mereka masing-masing," ucapnya.
Langkah tersebut kata Iwan biasa disapa bukan semata-mata untuk menentukan pemenang, tetapi juga menjadi bagian dari strategi sosialisasi Pemerintah Desa. Dengan semakin banyaknya masyarakat yang menjadi followers media sosial Desa Batulayang, berbagai program dan informasi dari Pemerintah Desa diharapkan dapat lebih cepat dan luas disampaikan kepada masyarakat.
Selain itu, pelaksanaan festival ini juga merupakan bentuk tindak lanjut dari aspirasi masyarakat yang disampaikan melalui para Ketua RT dan RW. Desa Batulayang memiliki banyak potensi, mulai dari kesenian, adat istiadat, budaya, hingga kreativitas masyarakat.
"Karena itu, Batulayang Madani Fest menjadi ruang untuk menampilkan berbagai potensi tersebut. Seluruh kreativitas masyarakat ini kita bisa tampilkan keseluruhan dari 23 RT yang ada di Desa Batulayang," paparnya.
Sementara itu terkait hasil lomba gapura ditiap RW, khususnya penilaian secara langsung, Pihaknya belum bisa mengumumkan hasil pemenang. Penilaian dilakukan secara terbuka oleh tim yang melibatkan Kabid Destinasi dari Dinas Pariwisata, Forum Desa Wisata dan Kampung Wisata Provinsi Jawa Barat, Forum Desa Wisata Kabupaten Bogor, serta unsur Forkopimcam.
"Hasil penilaian tersebut rencananya akan dibuka pada malam puncak acara dihadiri Ibu Kabid dari Disbudpar Kabupaten Bogor dan unsur lainnya. Kami berharap semangat kemerdekaan tidak hanya diwujudkan dalam bentuk perlombaan dan kemeriahan, tetapi juga melalui upaya mengenal sejarah, menjaga budaya, menggali potensi masyarakat, serta memperkuat kebersamaan seluruh warga Desa Batulayang," jelasnya.

Ketua Apdesi Kecamatan Cisarua H. Sahrudin, S.IP, mengapresiasi sekaligus menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada tiga Desa yang telah menyelenggarakan festival atau pesta rakyat dalam rangka memperingati HUT RI ke-81, yaitu Desa Tugu Utara, Desa Tugu Selatan, dan Desa Batulayang.
Khusus untuk Desa Batulayang kata BHS sapaan akrabnya yang mengusung moto “Desa Madani”, yang memiliki makna sebagai Desa yang beradab, sehingga kegiatan ini menjadi momentum yang sangat positif untuk meningkatkan sekaligus menggugah kembali kecintaan masyarakat terhadap kearifan lokal dan tradisi Sunda.
Hal tersebut terlihat dari berbagai kegiatan yang menampilkan budaya Sunda, termasuk helaran dan berbagai kesenian tradisional yang diangkat dalam rangkaian pesta rakyat ini.
"Tentunya, kami sangat mendukung kegiatan seperti ini.
Di tengah perkembangan zaman, kita berharap regenerasi tidak melupakan warisan budaya para leluhur. Justru generasi muda harus terus mengenal, mencintai, menjaga, dan melestarikan kearifan lokal sebagai bagian dari identitas masyarakat.
Karena itu, kegiatan pesta rakyat seperti ini bukan sekadar perayaan HUT Kemerdekaan, tetapi juga menjadi ruang untuk mempererat kebersamaan masyarakat sekaligus menjaga agar budaya dan nilai-nilai luhur yang diwariskan oleh para leluhur tetap hidup dan terus diwariskan kepada generasi berikutnya.
Semoga kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan dan menjadi contoh bagi desa-desa lainnya dalam membangun masyarakat yang maju, berbudaya, dan tetap berpegang teguh pada kearifan lokal." pungkasnya penuh ekspektasi. (Taufik/Redaksi)
Penulis
RedaksiARTIKEL TERKAIT
DesaJelang Akhir Tahun, Pemdes Jambuluwuk Ciawi Gelar Sosialisasi Berbagai Program
DesaDukung Program Pemerintah, Pemdes Ciawi Gelar Rembug Stunting
DesaLurah Cisarua Turun Gunung, Ikut Aksi Mungut Sampah Dilahan Rumija
Desa49 RT dan 11 RW di Desa Bendungan Ciawi Resmi Dilantik, Sekdes Dede : Selamat Mengabdi
DesaBPD Gadog dan Pegiat Lingkungan Apresiasi Forkopimcam Megamendung Gagas Bebersih Sampah
Desa