PenaPublik
HOMEPemerintahanMelirikDesaPesonaBincangFigur
FeaturedPERISTIWA#Cisarua#DanaDesa#Puncak#BLTDanaDesa
PENAPUBLIK.COM Kami percaya bahwa setiap individu memiliki suara yang berharga. Melalui tulisan, gagasan dapat disebarluaskan, dipertukarkan, dan diubah menjadi aksi nyata. PenaPublik.com hadir sebagai jembatan antara pemikiran, informasi, dan perubahan sosial yang positif.
Teks contoh
JELAJAHI
Tentang KamiRedaksiPedoman MediaKebijakan PrivasiKontak
JELAJAHI
Berita TerkiniPolitikEkonomiTeknologiOlahraga
IKUTI KAMI
© 2026 PenaPublik.com . All rights reserved.
    HOMEMELIRIKDua Peneliti WNA Ungkap Kehamilan Badak di Royal Safari Garden
    Melirik

    Dua Peneliti WNA Ungkap Kehamilan Badak di Royal Safari Garden

    BOGOR, PENAPUBLIK.COM - Nina Fascione, Executive Director International Rhino Foundation (IRF) dan Terri L. Roth, PhD, Vice President of Conservation & Science and Director of Crew Cincinnati Zoo and Botanical Garden keduanya warga berkebangsaan Amerika yang menghadiri undangan Rapat Kerja (Raker) Y

    22 Juli 2022 pukul 09.03 WIBIwans
    Bagikan:
    Dua Peneliti WNA Ungkap Kehamilan Badak di Royal Safari Garden
    Dua Peneliti WNA Ungkap Kehamilan Badak di Royal Safari Garden.
    #Jadikan PenaPublik.com sumber pilihan pencarian Google

    BOGOR, PENAPUBLIK.COM - Nina Fascione, Executive Director International Rhino Foundation (IRF) dan Terri L. Roth, PhD, Vice President of Conservation & Science and Director of Crew Cincinnati Zoo and Botanical Garden keduanya warga berkebangsaan Amerika yang menghadiri undangan Rapat Kerja (Raker) Yayasan Badak Indonesia (YABI) yang digelar di Aula Royal Safari Garden Resort and Convention pada 20 - 21 Juli 2022. Saat ditemui awak media, Keduanya dengan didampingi salah seorang penerjemah disela-sela kegiatan Raker mengatakan sekaligus mengapresiasi serta mensupport apa yang akan dan sedang diupayakan oleh Yayasan Badak Indonesia (YABI) terkait populasi badak Jawa dan Sumatera agar mengalami peningkatan. Nina Fascione mengatakan bahwa International Rhino Foundation (IRF) yang sudah lebih dari 30 tahun dalam kiprahnya bukan hanya di Indonesia melainkan di level dunia. Khusus untuk Indonesia kata Nina melalui penterjemahnya senantiasa memberikan support kepada Yayasan Badak Indonesia yang saat ini di ketuai Yansen Manansang. "IRF akan berupaya membantu mencarikan uang terutama dari Amerika mensupport kegiatan di Indonesia khususnya untuk Pemerintah sekaligus support untuk YABI yang beroperasi di Indonesia, Mesti dipahami betul bahwa kami IRF disini tidak memiliki apapun di Indonesia tetapi sejatinya kami akan selalu mensupport dalam upaya pengembangbiakan atau peningkatan populasi badak Jawa maupun Sumatera," jelasnya pada Rabu siang (20/7/2022). Jadi menurutnya, Pemerintah Indonesia dalam hal ini yang memiliki strategi peningkatan populasi badak Jawa maupun Sumatera. "Kami sifatnya hanya mampu mensupport seperti contoh Pemerintah akan menangkap badak itu dan meletakkannya diwilayah konservasi agar mereka bisa hamil serta memproduksi banyak badak kemudian mengembalikan lagi ke habitatnya," papar Nina. Ditempat yang sama, Terri L. Roth, PhD, Vice President of Conservation & Science and Director of Crew Cincinnati Zoo and Botanical Garden dimana dirinya pernah berhasil mengembangbiakan populasi salah satu badak Sumatera. "Jadi badak Sumatera ini memang cukup sulit untuk di ternakan, dia tidak bisa dikawinkan begitu saja layaknya seekor sapi atau kerbau dan sejenisnya. Mereka biasanya sangat agresif dan harus ada waktu-waktu tertentu ketika akan dikawinkan," terangnya. Saat ini Yayasan Badak Indonesia (YABI) kata dokter Terri diketahui sudah berhasil memproduksi atau mengembangbiakan sebanyak 3 ekor anak badak. "Anak badak yang terakhir diketahui lahir pada Bulan Maret lalu," ucapnya. Sebagai informasi kata Terri melalui penterjemahnya, Satu ekor badak hanya memproduksi satu ekor dalam kurun waktu 16 bulan dengan tenggang waktu 4 tahun untuk kembali hamil. "Iya, Masa kehamilan badak itu selama 16 bulan dan di masa itupun hanya ada 1 ekor saja saat melahirkan dengan tempo 4 tahun untuk masa hamil kembali. Intinya mereka ini sangat agresif dan tidak bisa begitu saja ketika dikawinkan," ungkapnya. Ia menambahkan, Badak-badak yang di Indonesia itu biasanya hidup soliter atau individual (sendiri-sendiri). "Sifat badak itu terkadang seperti halnya manusia, Ada yang memang tergantung mood (moody). Jadi tidak mudah begitu saja untuk mengawinkan mereka, Bravo YABI, kami selalu support." tandasnya. (FIK)

    Penulis: Iwans|Editor: —
    FeaturedPERISTIWATsi
    I

    Penulis

    Iwans

    ARTIKEL TERKAIT

    Pengurus Lingkungan Sesalkan Aktivitas Cut and Fill Tak Ada Ijin WilayahMelirik

    Pengurus Lingkungan Sesalkan Aktivitas Cut and Fill Tak Ada Ijin Wilayah

    Sungai Cisarua Puncak Keruh Tercemar, Warga Didua Desa NgamukMelirik

    Sungai Cisarua Puncak Keruh Tercemar, Warga Didua Desa Ngamuk

    Inspiratif…Siswa SLB Kota Bogor Raih Juara 2 Desain Grafis FLS3N Tingkat Jawa BaratMelirik

    Inspiratif…Siswa SLB Kota Bogor Raih Juara 2 Desain Grafis FLS3N Tingkat Jawa Barat

    Wujud Kepedulian Sosial, Kades dan Tokoh Masyarakat Cipayung Girang Apresiasi Vihara Bio Kwan ImMelirik

    Wujud Kepedulian Sosial, Kades dan Tokoh Masyarakat Cipayung Girang Apresiasi Vihara Bio Kwan Im

    Masa Jabatan KDM Berakhir, Camat Heri Lantik Arbik Pimpin Desa CibeureumMelirik

    Masa Jabatan KDM Berakhir, Camat Heri Lantik Arbik Pimpin Desa Cibeureum

    Jum'at Berkah, Pemuda Pancasila Kecamatan Megamendung Berbagi Ratusan TakjilMelirik

    Jum'at Berkah, Pemuda Pancasila Kecamatan Megamendung Berbagi Ratusan Takjil

    TERPOPULER

    Tambah Layanan Bagi Masyarakat, Danrem 061/Suryakencana Resmikan Posramil Megamendung
    Pemerintahan

    Tambah Layanan Bagi Masyarakat, Danrem 061/Suryakencana Resmikan Posramil Megamendung

    Pengurus Lingkungan Sesalkan Aktivitas Cut and Fill Tak Ada Ijin Wilayah
    Melirik

    Pengurus Lingkungan Sesalkan Aktivitas Cut and Fill Tak Ada Ijin Wilayah

    Sungai Cisarua Puncak Keruh Tercemar, Warga Didua Desa Ngamuk
    Melirik

    Sungai Cisarua Puncak Keruh Tercemar, Warga Didua Desa Ngamuk

    Inspiratif…Siswa SLB Kota Bogor Raih Juara 2 Desain Grafis FLS3N Tingkat Jawa Barat
    Melirik

    Inspiratif…Siswa SLB Kota Bogor Raih Juara 2 Desain Grafis FLS3N Tingkat Jawa Barat

    Jelang Akhir Tahun, Pemdes Jambuluwuk Ciawi Gelar Sosialisasi Berbagai Program
    Desa

    Jelang Akhir Tahun, Pemdes Jambuluwuk Ciawi Gelar Sosialisasi Berbagai Program

    Wujud Kepedulian Sosial, Kades dan Tokoh Masyarakat Cipayung Girang Apresiasi Vihara Bio Kwan Im
    Melirik

    Wujud Kepedulian Sosial, Kades dan Tokoh Masyarakat Cipayung Girang Apresiasi Vihara Bio Kwan Im

    Lihat Semua