PenaPublik
HOMEPemerintahanMelirikDesaPesonaBincangFigur
FeaturedPERISTIWA#Cisarua#DanaDesa#Puncak#BLTDanaDesa
PENAPUBLIK.COM Kami percaya bahwa setiap individu memiliki suara yang berharga. Melalui tulisan, gagasan dapat disebarluaskan, dipertukarkan, dan diubah menjadi aksi nyata. PenaPublik.com hadir sebagai jembatan antara pemikiran, informasi, dan perubahan sosial yang positif.
Teks contoh
JELAJAHI
Tentang KamiRedaksiPedoman MediaKebijakan PrivasiKontak
JELAJAHI
Berita TerkiniPolitikEkonomiTeknologiOlahraga
IKUTI KAMI
© 2026 PenaPublik.com . All rights reserved.
    HOMEPENAPUBLIKSebuah Curahan Hati Dalam Renungan Ramadhan
    PenaPublik

    Sebuah Curahan Hati Dalam Renungan Ramadhan

    Sebuah Goresan Pena dan Sepenggal cerita serta pengalaman hidup terkadang mengajarkan kita tentang bagaimana mensyukuri nikmat dan karunia-Nya

    03 Juni 2019 pukul 11.05 WIBIwans
    Bagikan:
    Sebuah Curahan Hati Dalam Renungan Ramadhan
    Sebuah Curahan Hati Dalam Renungan Ramadhan.
    #Jadikan PenaPublik.com sumber pilihan pencarian Google

    Bogor, PenaPublik.com - Ini adalah tulisan sederhana yang mengalir begitu saja saat sebuah keprihatinan terhadap kisah tak tersurat satu keluarga terdampak bencana yang hingga kini masih belum maksimal tersentuh uluran tangan pemangku kebijakan, menjadi semakin menguat dan mendominasi sela-sela waktu berfikir seorang aktivis sekaligus pegiat sosial dan pewarta lokal di sebuah wilayah dengan gelora perkembangan perekonomian justru sangat bergeliat dan penuh potensi. Taufik Hidayat, begitu ia menyandang nama dan berikut ia bersuara dalam kanvas keresahan dan berharap dapat dipahami orang yang membacanya.


    Baca Juga :
    • Panglima TNI Tegaskan Sikap Netral dan NKRI Adalah Harga Mati
    • Aktivis Bosel Galang Dana Rakor PMBS

    Sebuah Goresan Pena dan Sepenggal cerita serta pengalaman hidup terkadang mengajarkan kita tentang bagaimana mensyukuri nikmat dan karunia-Nya. Kita Yang Munafik ini.... Jujur, sebenarnya saya malu kalau ikutan acara bukber. Malu sama orang miskin yang di bulan puasa ini, kita sedang mencoba memahami kelaparan mereka, ketiadaan mereka. Karena kita sedang berpura-pura menjadi mereka, tanpa sedikitpun menjadi mereka. Kita berbuka dengan kemewahan, sedangkan mereka tetap seperti apa adanya. Kita punya hari kemenangan, sedangkan mereka setiap hari merasakan kekalahan. Kita hanya menjalankan perintah, sedangkan mereka menjalani kehidupannya. Kita hanya menunda lapar kita, sedangkan lapar menjadi tarikan nafas hidup mereka setiap hari. Bahkan kita lebih senang menjalankan ritual tanpa peduli maknanya. Kita lebih senang menyimpan uang untuk belanja makanan berbuka puasa, tanpa memikirkan berbagi rejeki pada mereka yang sedang tidak berpunya. Saat Idul Fitri tiba, kita sibuk memamerkan apa yang kita punya pada keluarga, tanpa sedikit pun berfikir bahwa ada kepala keluarga yang bingung ketika anaknya bertanya, "besok kita makan apa, pak?"

    Lilin Adalah Kondisi Terbaik Untuk Malam Salah Satu Keluarga Sebuah Desa Di Kecamatan Cisarua, Pasca Terdampak Bencana Alam
    Lilin Adalah Kondisi Terbaik Untuk Malam Salah Satu Keluarga Sebuah Desa Di Kecamatan Cisarua, Pasca Terdampak Bencana Alam
    Dan setiap tahun, saya selalu merasa kalah. "Kalah oleh kemunafikan saya." Tidak ada sedikit pun yang bisa saya banggakan sebagai kemenangan. Perkataan temanku yang beruntun itu, seperti mengingatkanku kembali akan makna berpuasa yang hanya terdengar dalam mimbar-mimbar ceramah, dan menghilang ketika kaki beranjak pulang. Manusia selalu menghibur dirinya sendiri bahwa sudah melakukan ibadah. Padahal sejatinya mereka hanya melakukan kewajiban belaka. Tanpa ada perintah, bisa jadi manusia akan selalu lupa fungsi dirinya di dunia. Masihkah kita harus terus seperti itu...? Maafkan aku Kawan...     Penulis : Adeas Sumber : Taufik Hidayat (PenaPublik.com dan Komunitas Pegiat Peduli Lingkungan)

    Penulis: Iwans|Editor: —
    FeaturedSOSIALGAYAHIDUP#Ramadhan
    I

    Penulis

    Iwans

    ARTIKEL TERKAIT

    Panglima TNI Tegaskan Sikap Netral dan NKRI Adalah Harga MatiPenaPublik

    Panglima TNI Tegaskan Sikap Netral dan NKRI Adalah Harga Mati

    Aktivis Bosel Galang Dana Rakor PMBSPenaPublik

    Aktivis Bosel Galang Dana Rakor PMBS

    Dahsyatnya Sebuah Pena : Refleksi Akhir TahunPenaPublik

    Dahsyatnya Sebuah Pena : Refleksi Akhir Tahun

    Irjen Kemdikbud Periksa Rektor Unima Terkait Rekomendasi OmbudsmanPenaPublik

    Irjen Kemdikbud Periksa Rektor Unima Terkait Rekomendasi Ombudsman

    Ketua KPU bersama Muspika Cisarua Hadiri Kegiatan Konsolidasi KPPSPenaPublik

    Ketua KPU bersama Muspika Cisarua Hadiri Kegiatan Konsolidasi KPPS

    Heboh...1 Unit Rumah Kebakaran di Batulayang, 3 Bocah Terpanggang ApiPenaPublik

    Heboh...1 Unit Rumah Kebakaran di Batulayang, 3 Bocah Terpanggang Api

    TERPOPULER

    Tambah Layanan Bagi Masyarakat, Danrem 061/Suryakencana Resmikan Posramil Megamendung
    Pemerintahan

    Tambah Layanan Bagi Masyarakat, Danrem 061/Suryakencana Resmikan Posramil Megamendung

    Pengurus Lingkungan Sesalkan Aktivitas Cut and Fill Tak Ada Ijin Wilayah
    Melirik

    Pengurus Lingkungan Sesalkan Aktivitas Cut and Fill Tak Ada Ijin Wilayah

    Sungai Cisarua Puncak Keruh Tercemar, Warga Didua Desa Ngamuk
    Melirik

    Sungai Cisarua Puncak Keruh Tercemar, Warga Didua Desa Ngamuk

    Inspiratif…Siswa SLB Kota Bogor Raih Juara 2 Desain Grafis FLS3N Tingkat Jawa Barat
    Melirik

    Inspiratif…Siswa SLB Kota Bogor Raih Juara 2 Desain Grafis FLS3N Tingkat Jawa Barat

    Jelang Akhir Tahun, Pemdes Jambuluwuk Ciawi Gelar Sosialisasi Berbagai Program
    Desa

    Jelang Akhir Tahun, Pemdes Jambuluwuk Ciawi Gelar Sosialisasi Berbagai Program

    Wujud Kepedulian Sosial, Kades dan Tokoh Masyarakat Cipayung Girang Apresiasi Vihara Bio Kwan Im
    Melirik

    Wujud Kepedulian Sosial, Kades dan Tokoh Masyarakat Cipayung Girang Apresiasi Vihara Bio Kwan Im

    Lihat Semua